Sosial Politik

Polri Telusuri Aktor Intelektual dalam Dugaan Aktor Demo Rusuh di Indonesia, Dua Nama Mencuat

PROLIFIK.ID – Nama Riza Chalid yang dijuluki sebagai ‘Saudagar Minyak’ serta taipan media, George Saros mencuat di tengah-tengah aksi demonstrasi yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Muncul isu kericuhan yang terjadi dan menyebabkan beberapa wilayah dilanda kerusuhan diduga akibat dua sosok tersebut 

Berdasarkan penelusuran Tribunnews.com, nama Riza Chalid mencuat di tengah eskalasi demo yang berujung kericuhan di berbagai daerah.

Namanya pun beberapa kali disebut oleh menteri Kabinet Merah Putih. 

Riza disebut sebagai bagian dari pencapaian Prabowo Subianto dalam pemerintahannya karena berhasil ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi migas.

Ada tiga menteri yang menyinggung nama Riza Chalid, yakni Menteri Koordinator (Menko) Pangan, Zulkifli Hasan. 

Lalu, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding dan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Sakti Wahyu Trenggono.

Terkait hal ini, Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, pun buka suara.

Ia menegaskan pihaknya bakal menindaklanjuti soal isu Riza Chalid terlibat dalam demonstrasi yang berujung kericuhan di berbagai daerah.

Listyo Sigit mengatakan akan melakukan penyelidikan berdasarkan fakta dan bukti yang ditemukan di lapangan.

Kapolri menyebut, pihaknya tengah menelusuri seluruh pihak yang diduga berperan dalam kerusuhan, termasuk pelaku lapangan, aktor intelektual, dan pihak yang diduga membiayai aksi anarkis yang menyebabkan kerusakan fasilitas publik dan gedung pemerintahan.

“Kita akan menarik dari fakta yang kita dapat. Akan terus kita cari baik pelaku di lapangan, aktornya, siapa yang membiayai—semua akan kita cari,” tegasnya.

Riza Chalid merupakan satu dari total 18 tersangka yang sudah ditetapkan Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam kasus dugaan korupsi tata kelola perdagangan minyak mentah di PT Pertamina Patra Niaga.

Namun, dirinya belum ditahan karena berstatus buron. Kini, Riza pun masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). 

Tak cuma itu, aset milik Riza yang bernilai triliunan rupiah turut disita Kejagung karena diduga terkait dengan kasus korupsi yang menjeratnya dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Adapun beberapa aset yang disita seperti kilang minyak PT Orbit Terminal Merak (OTM) di Cilegon, Banten, tiga unit rumah mewah di kawasan Rancamaya Golf Estate, Bogor, serta sejumlah kendaraan dan uang tunai yang terafiliasi dengan jaringan bisnis Riza Chalid.

Media Rusia Sebut George Soros Biayai Demo Rusuh di Indonesia

Selain Riza Chalid, nama konglomerat media, George Soros juga disebut sebagai aktor yang diduga membiayai demonstrasi berujung rusuh di Indonesia.

Tuduhan ini disampaikan oleh analisis geopolitik dan hubungan internasional, Angelo Giuliano, dikutip dari media asal Rusia, Sputnik, Senin.

Guliano menyebut George Soros diduga membiayai demo di Indonesia melalui organisasi nirlaba miliknya yaitu Open Society Foundations.

“George Soros ‘Open Society Foundations’, yang sudah berdiri sejak 1990-an dengan membiayai 8 miliar dolar AS secara global dan mendukung kelompok seperti TIFA, diduga turut berkontribusi,” kata Guliano.

Tak cuma itu, dia juga menyebut adanya dugaan keterkaitan demonstrasi di Indonesia dengan National Endowment for Democracy (NED), lembaga yang disebut telah mendukung sejumlah media di Indonesia sejak tahun 1990.

Dikutip dari laman resminya, NED berdiri pada tahun 1983 berdasarkan UU Kongres di Amerika Serikat (AS) sebagai organisasi nirlaba independen dan non pemerintah yang berfokus pada pemberian hibah guna memperkuat institusi dan nilai-nilai demokrasi di seluruh dunia.

Hingga saat ini, total ada 60 negara telah kerap dibiayai dana hibah dari NED melalui empat lembaga intinya yaitu Pusat Peruashaan Swasta Internasional, Institut Republik Internasional, Institut Demokrasi Nasional, dan Pusat Solidaritas.

Adapun negara yang dibiayai itu tersebar di seluruh Eropa Tengah dan Timur, Amerika Latin, Asia Pasifik, dan Afrika.

Pada artikel yang sama, penulis buku The China Trilogy dan pendiri Seek Truth From Facts Foundation, Jeff J Brown, menyebut situasi yang terjadi di Indonesia saat ini sama dengan kondisi di Serbia.

Adapun kesamaan yang dimaksud yakni peristiwa demonstrasi ini adalah bagian dari strategi revolusi warna.

“Ini adalah skenario yang sama persis yang terjadi di Serbia. (Negara anggota) G7 menginginkan diktator lain yang didukung AS, seperti Suharto di masa lalu,” ujarnya.

Brown menilai negara anggota G7 merasa tidak senang dengan masuknya Indonesia dalam keanggotaan BRICS.

BRICS merupakan organisasi antar pemerintah yang terdiri dari sepuluh negara saat ini yaitu Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, Etiopia, Iran, Uni Emirat Arab, dan Indonesia.

“Indonesia adalah negara Asia Tenggara pertama yang bergabung dengan BRICS dan telah secara terbuka bekerja sama dengan China dalam inisiatif global Belt and Road Initiative,” kata Brown.

Besarnya ekonomi dan penduduk Indonesia, menurut Brown, menjadi target para imperialis Barat untuk diserang dengan revolusi warna.

“Dari sudut pandang Barat imperialis, semua ini menjadikan Indonesia sebagai target utama yang layak diserang dengan revolusi warna yang dirancang Barat,” ujarnya. ***

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Isu Sosok Diduga Aktor Demo Rusuh di Indonesia, Nama Riza Chalid dan George Soros Mencuat, https://www.tribunnews.com/nasional/2025/09/01/isu-sosok-diduga-aktor-demo-rusuh-di-indonesia-nama-riza-chalid-dan-george-soros-mencuat?page=all

Hits: 38

admin

Praktisi Teknologi Informasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button