Sosial Politik

Kadis Pendidikan Morowali Beri Penjelasan Soal Beasiswa Morowali

PROLIFIK.ID – Program bantuan dana pendidikan dari Pemerintah Kabupaten Morowali telah menjadi angin segar bagi ribuan mahasiswa asal daerah tersebut.

Dengan nilai bantuan sebesar Rp12 juta per mahasiswa, program ini ditujukan untuk meringankan beban biaya kuliah bagi sekitar 4.000 lebih mahasiswa aktif dari Bumi Tepe Asa Maroso.

Namun, di balik semangat mulia ini, terbersit banyak pertanyaan di mata publik terkait transparansi, mekanisme pencairan, dan kepastian keberlanjutan program.

Merespons hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Morowali, Amir Aminudin, menggelar diskusi terbuka dengan tim media untuk memberikan klarifikasi menyeluruh.

Mengenal Program Beasiswa Morowali

Program bantuan beasiswa mahasiswa Morowali bukanlah program baru. Menurut Amir Aminudin, program ini telah berjalan sejak era pemerintahan sebelumnya dengan nominal 4 juta rupiah per mahasiswa.

“Program ini bukan cuma program tahun ini, namun sudah berjalan sejak pemerintahan dari Pak Anwar. Alhamdulillah dari bupati ke bupati kegiatan terus dilanjutkan, karena ini adalah program pro-rakyat,” ungkapnya.

Yang menjadi terobosan besar adalah keputusan Bupati Iksan Baharudin Abdul Rauf untuk meningkatkan nominal bantuan menjadi 12 juta rupiah per mahasiswa. Ini bertujuan untuk mendukung pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah agar mampu bersaing dan turut berkontribusi dalam pembangunan.

“Saya secara kedinasan menyampaikan apresiasi kepada pemerintahan Iksan Iriane ini, yang punya visi-misi 12 juta itu. Itu sangat fantastis dan sangat luar biasa. Ini sebuah terobosan besar,” tegas Kadis Pendidikan.

Jumlah Penerima Melampaui Target

Dampak dari peningkatan nominal bantuan ternyata sangat signifikan. Jika awalnya diprediksi akan ada 3.550 mahasiswa yang mendaftar, kenyataannya hingga saat ini sudah mencapai 3.664 mahasiswa.

“Ternyata mahasiswa kita bukan lagi 3.550 itu, sampai hari ini mahasiswa kita yang mendaftar sudah 3.664. Artinya, ada penambahan di luar target,” jelas Amir Aminudin.

Peningkatan jumlah pendaftar ini wajar terjadi mengingat nominal yang jauh lebih menarik. Banyak mahasiswa yang sebelumnya mungkin malas mengurus administrasi dengan bantuan 4 juta, kini berbondong-bondong mendaftar.

Persyaratan dan Validasi Data

Program beasiswa ini menerapkan dua kategori penerima sebagaimana aturan sebelumnya:

1. Mahasiswa kurang mampu – dengan syarat administrasi yang menunjukkan kondisi ekonomi keluarga2

2. Mahasiswa berprestasi – dinilai dari nilai rapor SMA yang menunjukkan prestasi akademik

Sebagai kunci utama dalam validasinya adalah melalui Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti). Semua mahasiswa yang mendaftar dapat dicek keaktifannya lewat sistem nasional tersebut.

“Bagaimanapun dia, mahasiswa itu, sehebat-hebatnya dia memanipulasi, akan ketahuan pada sistem,” tegas Kadis Pendidikan.

Umumnya, kasus penolakan terjadi dikarenakan:

– Mahasiswa sudah lulus/selesai studi

– Status tidak aktif di kampus

– Data tidak valid di PD Dikti

Selain itu, untuk mencegah penyalahgunaan, pihak Pemkab juga melakukan cross-check dengan kepala desa untuk memastikan keaslian domisili mahasiswa.

Anggaran: Dari 9 Miliar Menjadi 48 Miliar

Peningkatan nominal bantuan dari 4 juta menjadi 12 juta tentunya berdampak pada kebutuhan anggaran yang melonjak drastis.

Jika dengan prediksi awal 3.550 mahasiswa dan nominal 4 juta membutuhkan sekitar 9 miliar rupiah, maka dengan nominal 12 juta untuk 4.050 mahasiswa (antisipasi penambahan) membutuhkan anggaran sekitar 48 miliar rupiah.

“Kita sudah siapkan segitu, 4.050 x 12 juta. Berarti sebenarnya lebih ya, guna menjaga kalau ada yang belum siap,” jelas Kadis Pendidikan mengenai persiapan anggaran.

Mekanisme Pencairan Bertahap

Untuk mengelola anggaran yang besar dan memastikan kelancaran administrasi, pencairan dana dilakukan dalam tiga tahap.

Tahap 1: Mahasiswa Semester 8

– Prioritas diberikan kepada 734 mahasiswa semester 8

– Alasan: batas deadline akademik 30 Juni, menurut BPK

– Status: Sudah cair dengan total penyerapan anggaran 8 miliar rupiah lebih

Tahap 2: Mahasiswa Semester Lainnya

– Mencakup mahasiswa semester 2-7- Menunggu pengesahan APBD Perubahan 2025- Estimasi: akhir September 2025Tahap 3: Mahasiswa Baru

– Prioritas untuk mahasiswa semester 1 (baru masuk)- Mengakomodasi jadwal kampus yang berbeda-beda

– Estimasi: Oktober-November 2025

Kendala Utama: APBD dan Sistem

Kendala terbesar yang dihadapi saat ini adalah belum disahkannya APBD Perubahan 2025, masih sementara penelitian RKA. Amir Aminudin menjelaskan, “APBD penetapan 2025 itu ditetapkan pada tahun 2024. Artinya visi-misi Bupati Iksan-Irene belum masuk. Belum terakomodir”.

Tambahnya lagi, sistem keuangan daerah bekerja seperti ATM dan tidak bisa mengeluarkan uang melebihi saldo yang tersedia. “Ibarat, kamu punya ATM, kamu mau mengambil uang 1 juta. Sementara di rekening cuma ada 100 ribu. Kan tidak mungkin sistem melakukan transaksi. Sama lah ini,” analoginya.

Kendala lain yang pernah terjadi:

– Gangguan server sistem dari pusat

– Proses harmonisasi Peraturan Bupati (Perbup) di Kanwil Kemenkum SultengPeraturan Lama vs Baru: Menunggu Harmonisasi

Saat ini, pencairan masih menggunakan Peraturan Bupati (Perbup) lama karena Perbup baru masih dalam proses menunggu harmonisasi di Kanwil Kemenkum Provinsi Sulawesi Tengah.

“Sampai hari ini, peraturan daerah tentang Pendidikan terkait dengan itu, sementara masih menunggu harmonisasi di Kemenkum Provinsi,” ungkap Kadis Pendidikan.

Kemudian menanggapi pertanyaan apakah di Perbup baru nanti akan tetap ada pembedaan kategori mahasiswa kurang mampu dan berprestasi, atau akan disederhanakan, beliau menyampaikan, “Itu kajiannya di Kanwil Kementerian Hukum yang menentukan. Nanti kita akan diskusi, tentunya dengan berpatokan pada regulasi-regulasi yang ada.”Komitmen Transparansi dan Kemudahan Akses

Pemkab Morowali telah menyediakan sistem online untuk memudahkan pendaftaran. Mahasiswa yang berada di luar daerah tidak perlu pulang ke Morowali, cukup mengisi Link pendaftaran online dan mengunggah dokumen yang diperlukan.

“Adik-adik mahasiswa yang dari Jawa, yang dari Palu, yang dari Makassar, tidak perlu ke Morowali. Tinggal isi saja linknya,” jelas Amir Aminudin.

Tim Dinas Pendidikan juga membuka diri untuk komunikasi langsung dengan mahasiswa yang membutuhkan informasi lebih lanjut.

Visi Jangka Panjang: Meningkatkan IPM

Program beasiswa ini bukan sekadar bantuan sosial, tetapi investasi jangka panjang untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Morowali.

“Hari ini, Morowali setelah memperlakukan bantuan mahasiswa itu, kita menempati urutan kedua setelah Kota Palu, indeks pendidikan manusia seluruh Sulteng. Mudah-mudahan dengan adanya ini, mungkin kita bisa mengejar Palu,” ungkap Kadis penuh optimisme.

Butuh Kesabaran dan Pengertian Publik

Di akhir diskusi, Kadis Pendidikan Morowali menekankan komitmennya untuk tidak mempersulit proses dan berharap mahasiswa dapat memahami mekanisme administrasi yang harus dijalani.

“Percayalah bahwa kami sama sekali tidak pernah ingin mempersulit. Kami juga tidak pernah ada niatan untuk menghambat. Kalau itu dirasa sulit, karena memang aturannya seperti itu,” tutup Amir Aminudin.

Program beasiswa 12 juta rupiah ini memang ambisius dan menghadapi berbagai tantangan. Namun, komitmen Pemkab Morowali untuk mewujudkannya patut diapresiasi.

Yang dibutuhkan sekarang adalah kesabaran dari para mahasiswa dan dukungan semua pihak agar program yang sangat bermanfaat ini dapat berjalan optimal.***

Hits: 281

admin

Praktisi Teknologi Informasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button