Unsulbar dan Politeknik Palu Kolaborasi Penelitian, Temukan Ikan Terbang Asap Majene Belum Penuhi Standar

PROLIFIK.ID — Hasil penelitian terbaru mengungkapkan bahwa sebagian besar produk ikan terbang asap (tuing-tuing) yang dijual di Sentra Wisata Kuliner Somba, Kabupaten Majene, belum memenuhi standar mutu mikrobiologis sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).
Penelitian bertajuk “Evaluasi Mutu Mikrobiologis Ikan Terbang Asap (Tuing-Tuing) Majene Melalui Pengujian Angka Lempeng Total (ALT)” ini dilakukan oleh Dr. Nurfadilah, S.Pi., MP dari Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Sulawesi Barat, bersama tim peneliti dari Politeknik Palu.
Menurut Dr. Nurfadilah, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas mikrobiologis ikan asap yang banyak dijajakan di kawasan wisata kuliner Somba, serta menilai faktor-faktor yang memengaruhi kebersihan dan keamanan produk tersebut.
“Proses pengolahan ikan asap yang tidak memperhatikan sanitasi dan hygiene, serta tempat penyimpanan yang terbuka di tepi jalan, menjadi sumber utama potensi kontaminasi debu, kuman, dan bakteri,” jelasnya.
Penelitian ini menggunakan metode kombinasi model sequential exploratory, yakni penggabungan antara pendekatan kualitatif dan kuantitatif secara berurutan. Sampel diambil dengan metode purposive sampling dari 10 warung yang memiliki produksi dan pelanggan terbanyak di kawasan Somba.
Hasil pengujian Angka Lempeng Total (ALT) menunjukkan bahwa hanya 4 dari 10 sampel ikan terbang asap yang memenuhi syarat SNI dengan batas maksimal 1,0×10⁵ koloni/g, yakni sampel S2 (2,74×10⁴), S5 (2,53×10⁴), S9 (2,33×10⁴), dan S10 (2,38×10⁴).
Selain itu, hasil uji kadar air juga memperlihatkan bahwa hanya 3 sampel (S2, S5, dan S9) yang memiliki kadar air sesuai standar maksimal 60%. Kadar air yang tinggi dapat mempercepat pertumbuhan mikroorganisme dan menurunkan daya simpan produk.
“Besarnya jumlah ALT kemungkinan disebabkan oleh kontaminasi silang dari tempat penjualan yang terbuka dan penanganan produk yang kurang higienis,” ungkap salah satu anggota tim peneliti dari Politeknik Palu.
Temuan ini menjadi peringatan penting bagi pelaku usaha kuliner ikan asap di Majene untuk memperhatikan aspek sanitasi, penyimpanan, dan kebersihan lingkungan usaha. Meskipun sebagian produk telah memenuhi standar mikrobiologis, masih diperlukan peningkatan dalam pengendalian kadar air dan penanganan pascaproduksi agar keseluruhan produk memenuhi standar keamanan pangan nasional.
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan pelaku UMKM dalam meningkatkan mutu dan daya saing produk olahan ikan lokal yang menjadi ikon kuliner khas pesisir Majene.***
Hits: 164