Sosial Politik

Diskusi Beasiswa, Pemda Morowali Dinilai Lagi-lagi Tak Serius Tangani Tuntutan Mahasiswa

PROLIFIK. ID – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Morowali mengundang sejumlah mahasiswa untuk berdiskusi dan menghasilkan solusi nyata terkait penyaluran beasiswa yang mengundang sejumlah protes dari kalangan mahasiswa. Namun, alih-alih mendapat respon baik, pertemuan tersebut dinilai tidak solutif dan terkesan formalitas belaka, Rabu (5/11/2025).

“Pertemuan itu tidak substantif karena hanya dihadiri mahasiswa dan Dinas Pendidikan. Padahal ini menyangkut kepeutusan dan komitmen Pemerintah Daerah. Ini menunjukan Pemda tidak serius menyelesaikan persoalan beasiswa,”tegas Perwakilan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Morowali, Asbal Rasyid, Kamis (6/11/2025).

Ketidakhadiran pihak-pihak berwenang yang seharusnya bertanggungjawab langsung terhadap hadirya kebijakan beasiswa tersebut seperti Bupati dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD)  menjadi kecaman tersendiri bagi mahasiswa yang terhimpun dalam organisasi eksternal kampus tersebut. 

Lebih jauh, dia menilai hasil pertemuan dan Berita Acara (BA) dari hasil pertemuan yang disepakati, tidak memiliki arah teknis yang jelas. Terutama salah satu poin yang menyebutkan bahwa ‘Pemda masih merencanakan pembayaran beasiswa agar tidak menyeberang tahun’ dianggap sangat ambigu dan membuka peluang penundaan pembayaran beasiswa.

Kabid PA HMI Cabang Morowali, Asbal Rasyid, menegaskan kalimat tersebut menunjukkan lemahnya komitmen Pemda.

“Kata masih merencanakan adalah bentuk ketidakpastian. Ini bukan waktu untuk merencanakan, tapi saatnya merealisasikan. 718 mahasiswa harus menerima haknya sebelum tahun berganti!”tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang  Morowali, Hidayatullah Ariflan, menilai Pemda seolah mencari celah untuk kembali menunda penyaluran beasiswa.

“Meski sudah ada keputusan, tapi masih ada poin yang bisa dijadikan alasan untuk menunda lagi pencairan beasiswa. Kami menilai ini bentuk kelalaian dan lemahnya komitmen Pemda terhadap dunia pendidikan,” ujarnya.

Hidayatullah juga meminta Pemda Morowali agar segera menuntaskan persoalan tersebut sebelum Desember 2025. Jika tidak, HMI memastikan akan mengambil langkah tegas di lapangan.

“Kami tegaskan, jika beasiswa 718 mahasiswa tidak direalisasikan tahun ini, HMI Cabang Morowali akan turun ke jalan dengan massa yang besar. Ini bukan ancaman, ini bentuk ketegasan dan komitmen HMI Morowali,”tutupnya. 

Dalam pemberitaan yang diangkat sejumlah media di Kabupaten Morowali, Pemda Morowali mengundang sejumlah perwakilan mahasiswa untuk melakukan dialog konstruktif menyelesaikan polemik beasiswa 2025. Sebanyak 12 lembaga kemahasiswaan dan lembaga pemuda ikut serta dalam pertemuan tersebut. Beberapa orang perwakilan dari pertemuan itu mengapresiasi pertemuan tersebut dan menganggap diskusi tersebut memberikan kejelasan dan harapan baru. ***

Hits: 171

admin

Praktisi Teknologi Informasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button