PROLIFIK.ID - Stasiun Meteorologi Syukuran Aminuddin Amir - Banggai memberikan penjelasan resmi terkait kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Morowali dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir.

Prakirawan BMKG Banggai tersebut menjelaskan, berdasarkan citra satelit Himawari-9 BMKG tanggal 13 Oktober 2026 pukul 08.00 WIB, sebaran asap memang terdeteksi di beberapa wilayah Indonesia antara lain Sumatera, Kalimantan, Maluku, Maluku Utara, dan Papua. Namun untuk wilayah Bungku, Morowali, faktor dominannya diduga lebih dekat.

"Pantauan hotspot tanggal 12 Oktober 2026 menunjukkan titik panas tersebar di banyak wilayah Sulawesi Tengah, total 348 titik (51 kepercayaan tinggi, 235 sedang, 62 rendah). Kabut asap yang terlihat di Bungku kemungkinan besar dipengaruhi oleh kebakaran lahan di sekitar wilayah Sulawesi," tulisnya dalam rilis resminya.

BMKG juga menjelaskan pola angin saat ini. Angin di sebagian besar wilayah Indonesia umumnya bertiup dari timur-tenggara menuju barat laut-utara. Dengan pola tersebut, asap dari Kalimantan dan Sumatera bergerak menjauhi Sulawesi, sedangkan asap dari arah timur (Maluku/Papua) berpotensi ikut terbawa ke wilayah Sulawesi.

Imbauan Resmi BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan dan mengurangi aktivitas luar ruang atau memakai masker saat jarak pandang menurun. Informasi terkini dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG. 

Sebelumnya, masyarakat Morowali mengeluhkan langit berasap dan jarak pandang yang menurun sejak beberapa hari terakhir. ***