Oleh: Nursalim
Pengusaha Lokal Jasa Pertambangan Morowali | Pengurus HIPKA Morowali-Alumni HMI

Selama ini, alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dikenal sebagai kelompok intelektual yang banyak berkiprah di berbagai sektor strategis, mulai dari birokrasi, politik, akademisi, hingga organisasi kemasyarakatan. Kontribusi tersebut tentu patut diapresiasi. Namun, di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks, sudah saatnya gerakan alumni HMI melakukan transformasi yang lebih progresif dengan memperkuat peran di sektor kewirausahaan dan ekonomi produktif.

Melalui Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), alumni HMI memiliki modal besar berupa jaringan, kapasitas intelektual, pengalaman organisasi, serta sumber daya manusia yang tersebar di berbagai bidang. Potensi ini tidak boleh hanya berputar dalam ruang diskusi dan pengambilan kebijakan, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk usaha nyata yang mampu menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi masyarakat, dan memperkuat kemandirian bangsa.

Kehadiran Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) dan program KAHMIPreneur menjadi langkah strategis untuk mendorong arah baru gerakan alumni. Organisasi ini bukan sekadar wadah berkumpul para pengusaha, melainkan instrumen untuk membangun kekuatan ekonomi kolektif alumni yang mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Di era persaingan global saat ini, ukuran keberhasilan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan politik dan kualitas sumber daya manusianya, tetapi juga oleh kemampuan melahirkan pelaku usaha yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing. Karena itu, alumni HMI perlu memperluas orientasi pengabdian, tidak hanya menjadi pencari kerja dan pengambil kebijakan, tetapi juga menjadi pencipta lapangan kerja dan penggerak ekonomi nasional.

Transformasi tersebut harus diwujudkan melalui berbagai langkah konkret, seperti membangun kolaborasi antarpengusaha, memperluas akses permodalan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memanfaatkan teknologi digital, serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal. Dengan cara itulah ekosistem kewirausahaan yang sehat dan berkelanjutan dapat tumbuh.

Lebih jauh lagi, gerakan kewirausahaan alumni harus menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat ekonomi kerakyatan. Pengusaha tidak boleh hanya mengejar keuntungan semata, tetapi juga harus menjadi motor pembangunan sosial yang menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat di sekitarnya. Inilah esensi kewirausahaan yang berorientasi pada kebermanfaatan dan keberlanjutan.

HIPKA Morowali dan Tantangan Pengusaha Lokal

Bagi Kabupaten Morowali, gagasan transformasi kewirausahaan memiliki relevansi yang sangat besar. Daerah ini sedang bertumbuh sebagai salah satu pusat industri nasional yang ditopang sektor pertambangan, pengolahan mineral, perdagangan, jasa penunjang industri, pertanian, perikanan, dan UMKM.

Pertumbuhan tersebut harus menjadi peluang bagi pengusaha lokal untuk naik kelas. Jangan sampai kemajuan ekonomi daerah hanya dinikmati oleh pelaku usaha dari luar, sementara pengusaha lokal hanya menjadi penonton di kampung halamannya sendiri.

Di sinilah HIPKA Morowali memiliki peran strategis. Organisasi ini harus menjadi ruang konsolidasi, kolaborasi, dan pemberdayaan bagi para pengusaha lokal agar mampu berkembang secara profesional, meningkatkan kapasitas usaha, memperluas jaringan bisnis, serta mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok industri yang berkembang pesat di Morowali.

Yang dibutuhkan bukan hanya menambah jumlah pengusaha, melainkan melahirkan pengusaha yang memiliki integritas, profesionalisme, kemampuan bersaing, dan komitmen untuk memajukan daerah. Pengusaha yang tumbuh bersama masyarakat, bukan tumbuh di atas masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan gerakan alumni tidak hanya diukur dari seberapa besar pengaruhnya dalam ruang intelektual dan politik, tetapi juga dari seberapa nyata kontribusinya dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat kemandirian ekonomi bangsa.

Sudah saatnya alumni HMI membuktikan bahwa nilai-nilai perjuangan yang selama ini diperjuangkan tidak hanya hidup dalam gagasan dan wacana, tetapi juga hadir dalam karya, usaha, dan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi Indonesia.

Dari Intelektual Menjadi Entrepreneur. Dari Gerakan Alumni Menuju Kemandirian Ekonomi. Dari Morowali untuk Indonesia.