PROLIFIK.ID - Kesuksesan tidak diukur dari gelar, tapi dari besarnya cara berpikir. Inilah kenyataan pahit yang harus sering diterima untuk individu yang lagi berjuang. Kesuksesan itu tidak bisa diukur dalam sentimeter, kilogram, gelar kesarjanaan, atau latar belakang keluarga. Kesuksesan justru diukur berdasarkan besarnya cara berpikir kita.
Disadari atau tidak, cara kita berpikir besar, ikut menentukan seberapa besar prestasi yang akan kita raih. Lalu, bagaimana cara mengembangkan pola pikir besar itu? Pertanyaan pertama yang harus kamu tanyakan pada diri sendiri adalah: "Apa kelemahan terbesar saya?"
Mungkin tanpa sadar, kelemahan terbesar manusia adalah kebiasaan mencela diri sendiri. Meremehkan diri sendiri. Sikap ini muncul dalam berbagai cara yang sering tidak kita sadari. Misalnya, Doni melihat iklan lowongan kerja impian di koran. Itu adalah posisi yang sudah lama diidamkannya. Tapi ia batal mengirim lamaran karena berpikir, "Ah, saya tidak layak mengisi jabatan itu, untuk apa melamar?"Contoh lain, Rini sedang mengisi formulir lamaran kerja. Ada pertanyaan, "Berapa gaji awal yang Anda harapkan?" Ia menulis angka yang sangat rendah, karena merasa tidak layak mendapat gaji tinggi.
Ribuan tahun silam, para filsuf memberi nasihat: Kenalilah diri Anda. Namun kebanyakan orang salah menafsirkan nasihat ini. Mereka hanya mengenali sisi negatifnya saja. Mereka sibuk menyusun daftar kesalahan dan kekurangan yang pernah diperbuat. Padahal, mengetahui kelemahan diri memang penting agar bisa berkembang menjadi lebih baik. Tapi jika yang kamu kenali hanya sisi negatif, kamu akan berantakan. Nilai dirimu sendiri yang akan berkurang.
Lalu bagaimana cara mengukur dan memperbesar pola pikir kita? Berikut adalah 4 latihan sederhana untuk mengukur besarnya pola pikir Anda:
1. Stop Meremehkan Diri Sendiri dalam Angka
Coba cek, kapan terakhir kali kamu menurunkan harga dirimu sendiri? Entah itu minta gaji terlalu rendah, tidak berani nego, atau menolak kesempatan karena merasa tidak pantas. Mulai minggu ini, beranikan diri menaikkan standarmu 10 persen lebih tinggi dari biasanya.
2. Gunakan Bahasa Orang Besar
Orang yang berpikir kecil berkata "Itu tidak mungkin". Orang yang berpikir besar berkata "Bagaimana caranya supaya mungkin?". Ganti kata "saya tidak bisa" menjadi "saya akan belajar caranya".
3. Ukur Impian, Bukan Ketakutan
Tulis satu impian yang menurutmu terlalu besar. Di sebelahnya, tulis ketakutan terbesarmu. Kamu akan sadar, impianmu jauh lebih masuk akal daripada ketakutanmu yang sebenarnya cuma ada di kepala.
4. Bergaul dengan Pemikiran Besar
Lingkungan menentukan ukuran pikiran. Jika setiap hari kamu dikelilingi orang yang mengeluh dan mencela diri, kamu akan ikut kecil. Carilah satu komunitas, satu buku, atau satu mentor yang cara berpikirnya dua level di atasmu. Karena pada akhirnya, bukan ijazah yang menentukan seberapa jauh kamu terbang. Tapi seberapa besar kamu berani berpikir bahwa kamu layak untuk terbang tinggi. ***
Referensi:
Schwartz, David J. The Magic of Thinking Big. New York: Harper & Row, 1959.
Socrates. Pepatah Yunani Kuno "Know Thyself" (Gnothi Seauton) yang terukir di Kuil Apollo di Delphi.
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.
Tulis komentar