PROLIFIK.ID - Merasa mudah lelah padahal tidak melakukan aktivitas berat? Kondisi tersebut bisa jadi tanda stres kronis. Dokter dari Harvard Medical School, Dr. Aditi Nerurkar, mengungkapkan 7 dari 10 orang saat ini hidup dalam kondisi tersebut.
Fakta tersebut diungkapkan Dr. Aditi Nerurkar, dokter dari Harvard Medical School sekaligus penulis buku The 5 Resets: Rewire Your Brain and Body for Less Stress and More Resilience. Ia menyebut, tujuh dari sepuluh orang saat ini hidup dalam kondisi stres kronis.
Dalam kondisi ini, tubuh berada dalam mode fight or flight atau melawan dan lari. Menurut Dr. Aditi, saat stres, seseorang tidak hanya merasa dalam mode bertahan hidup, tetapi secara neurologis, otak memang sedang berada dalam mode tersebut.
"Itulah mengapa tujuan, impian, diri terbaikmu, hingga kemampuan untuk sabar dan tidak reaktif, semua seolah menghilang,"ujarnya.
Ia menegaskan, jika sudah berada dalam fase tersebut, penting untuk segera menyelesaikan akar masalah dan berhenti membiarkan orang lain menciptakan stres yang tidak perlu."Dirimu berhak menjalani hidup yang baik, tapi semua tidak akan bisa dijalani bila masih dalam mode bertahan hidup," katanya.
Cara Atur Ulang Otak
Lalu bagaimana cara mengatur ulang otak agar kembali normal? Langkah pertama adalah memahami apa sebenarnya stres itu, sehingga kamu menyadari bahwa kamu memiliki kendali atas situasi tersebut.
Dr. Nerurkar mengatakan, cara sederhana yang telah terbukti secara ilmiah dapat menurunkan respons stres adalah dengan menarik napas dalam-dalam."Menarik napas dalam-dalam, merasakan udara mengembang di perut, menstimulasi saraf vagus, yang kemudian mengirimkan pesan pada otak, 'Kita bisa tenang',"jelasnya.
Dengan mengatur ulang respons stres, kamu akan kembali memegang kendali dan dapat memilih untuk menanggapi segala sesuatu secara lebih logis. ***
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.
Tulis komentar