PROLIFIK.ID – Harga nikel global kembali mengalami tekanan pada akhir Oktober 2026. Berdasarkan data Trading Economics, harga nikel berada di kisaran US$15.220 per ton pada 30 Oktober 2026 atau melemah sekitar 1,9 persen dibandingkan hari sebelumnya. 

Sementara itu, data London Metal Exchange (LME) menunjukkan harga nikel kontrak tiga bulan (3-month closing price) berada pada level US$15.271 per ton, turun 1,71 persen. Harga di LME menjadi salah satu acuan utama perdagangan nikel dunia. 

Pelemahan harga terjadi di tengah kondisi kelebihan pasokan (surplus) nikel global. Pasokan yang melimpah, terutama dari Indonesia, masih menjadi salah satu faktor yang menekan pergerakan harga komoditas tersebut. 

Di dalam negeri, tren penurunan juga tercermin pada Harga Mineral Acuan (HMA) nikel. Berdasarkan data Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), HMA nikel periode II Oktober 2026 ditetapkan sebesar US$15.847,67 per wet metric ton (wmt), turun dari periode sebelumnya yang mencapai US$16.322,67 per wmt. 

Bagi daerah penghasil nikel seperti Morowali, perkembangan harga global tetap menjadi perhatian karena berdampak pada aktivitas pertambangan, pengolahan mineral, hingga investasi di kawasan industri berbasis nikel. ***