PROLIFIK.ID - Komoditas nikel masih menjadi salah satu penopang utama perdagangan luar negeri Sulawesi Tengah yang sebagian besar ditopang aktivitas industri dan pelabuhan di Morowali. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah, nilai ekspor komoditas nikel pada Juli 2026 mencapai US$366,54 juta atau berkontribusi 17,58 persen terhadap total ekspor daerah sebesar US$2,085 miliar.
Selain nikel olahan, komoditas bijih, kerak, dan abu logam juga turut menyumbang ekspor meski dalam jumlah yang lebih kecil, yakni sebesar US$0,92 juta pada Juli 2026. Sementara itu, komoditas besi dan baja masih menjadi penyumbang terbesar dengan nilai ekspor mencapai US$1,163 miliar.
Secara kumulatif selama Januari hingga Juli 2026, nilai ekspor nikel Sulawesi Tengah tercatat mencapai US$3,014 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar US$1,744 miliar. Kenaikan tersebut menunjukkan tingginya permintaan pasar internasional terhadap produk berbasis nikel dari kawasan industri Morowali dan sekitarnya.
Dari sisi pelabuhan, Pelabuhan Bahodopi di Morowali tetap menjadi pintu utama ekspor dengan nilai pengapalan mencapai US$1,746 miliar atau sekitar 83,73 persen dari total ekspor Sulawesi Tengah pada Juli 2026.
Negara tujuan utama ekspor Sulawesi Tengah adalah Tiongkok dengan nilai mencapai US$841,34 juta, disusul India sebesar US$289,39 juta dan Vietnam sebesar US$218,21 juta. ***
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.
Tulis komentar