PROLIFIK - Suasana menjelang Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Kehutanan Universitas Tadulako (IKAHUT Untad) mulai menghangat. Sejumlah nama mulai diperbincangkan sebagai figur potensial yang akan meramaikan pemilihan ketua untuk periode kepengurusan berikutnya.
Setidaknya tiga nama mengemuka dalam bursa calon ketua, yakni Hamlin, S.Hut., M.P.W., Ir. Saiful Pagesa, S.Hut., dan Muh. Arief Rahman, S.Hut., M.Si.
Ketiganya bukan sosok asing di lingkungan alumni Kehutanan Universitas Tadulako. Dengan perjalanan karier dan pengalaman organisasi yang berbeda, masing-masing memiliki keunggulan yang dapat menjadi pertimbangan bagi para alumni dalam menentukan arah kepemimpinan IKAHUT Untad ke depan.
Hamlin, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kabupaten Morowali, menjadi salah satu nama yang patut diperhitungkan. Ia merupakan Ketua IKAHUT Untad periode 2021–2026 yang kembali masuk dalam bursa pemilihan.
Sebagai petahana, Hamlin tentu memiliki bekal pengalaman dalam memimpin dan memahami dinamika organisasi. Jejaring yang telah dibangun selama masa kepemimpinannya, ditambah pengalamannya di lingkungan pemerintahan, menjadi modal untuk kembali mendapatkan kepercayaan alumni.
Namun, perjalanan menuju kursi ketua diperkirakan tidak akan berlangsung tanpa persaingan.
Nama Ir. Saiful Pagesa, S.Hut. juga mulai mengemuka. Sosok yang saat ini memimpin DPP Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) Sulawesi Tengah itu memiliki pengalaman panjang dalam membangun komunikasi dan jejaring di lingkungan organisasi profesi.
Kiprahnya di INKINDO menjadi nilai tersendiri. Pengalaman mengelola organisasi dengan anggota dari berbagai latar belakang profesional dapat menjadi bekal untuk memperluas ruang kolaborasi IKAHUT Untad, baik dengan pemerintah, dunia usaha, maupun kalangan profesional.
Sementara itu, Muh. Arief Rahman, S.Hut., M.Si. hadir dengan latar belakang yang tidak kalah menarik. Sebagai Kepala Subbagian Perencanaan dan Program pada Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah, Arief memiliki pengalaman yang bersentuhan langsung dengan kebijakan dan program pembangunan sektor kehutanan.
Pengalamannya tersebut dapat menjadi kekuatan tersendiri, terutama dalam mendorong keterlibatan alumni pada berbagai isu kehutanan, lingkungan hidup, dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Menariknya, ketiga figur ini memiliki karakter dan pengalaman yang berbeda. Hamlin dengan pengalaman memimpin organisasi alumni dan birokrasi pemerintahan, Saiful dengan jejaring organisasi profesinya, sementara Arief dengan pengalamannya di sektor kehutanan.
Perbedaan latar belakang tersebut memberi warna tersendiri dalam bursa pemilihan. Para alumni nantinya memiliki kesempatan untuk menilai bukan hanya siapa yang akan memimpin, tetapi juga gagasan dan arah organisasi yang ditawarkan.
Meski demikian, bursa calon ketua masih sangat mungkin berkembang. Tidak menutup kemungkinan muncul nama-nama lain dari berbagai angkatan yang juga memiliki keinginan dan kemampuan untuk membawa IKAHUT Untad menjadi lebih baik.
Apalagi, alumni Kehutanan Universitas Tadulako kini telah tersebar di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, dunia usaha, konsultan, akademisi, hingga praktisi kehutanan. Potensi besar tersebut menjadi kekuatan yang perlu dirangkul oleh siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin organisasi.
Lebih dari Sekadar Memilih Ketua
Di balik mulai menghangatnya bursa calon ketua, ada harapan yang lebih besar terhadap pelaksanaan Mubes IKAHUT Untad.
Forum ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat memilih pemimpin baru, tetapi juga menjadi ruang berkumpul, mempererat silaturahmi, dan menyatukan kembali para alumni lintas angkatan.
Sebab, kekuatan sebuah organisasi alumni tidak semata-mata ditentukan oleh siapa yang menduduki kursi ketua, melainkan juga oleh seberapa jauh organisasi tersebut mampu menjaga kebersamaan dan memberikan manfaat bagi anggotanya.
IKAHUT Untad memiliki potensi besar untuk menjadi wadah yang mempertemukan pengalaman para senior dengan semangat dan gagasan generasi alumni yang lebih muda. Mulai dari membuka ruang berbagi pengalaman, memperluas akses dunia kerja, hingga membangun kontribusi nyata bagi almamater dan masyarakat.
Karena itu, perbedaan pilihan dalam Mubes nantinya diharapkan menjadi bagian dari dinamika organisasi yang sehat. Persaingan gagasan tentu penting, tetapi persaudaraan sebagai sesama alumni harus tetap menjadi yang utama.
Pada akhirnya, siapa pun yang terpilih akan mengemban harapan yang sama, yakni menjadikan IKAHUT Untad sebagai rumah besar yang mampu merangkul seluruh alumni tanpa memandang angkatan, profesi, maupun pilihan dalam pemilihan.
Dengan tiga nama yang mulai mengemuka dan peluang hadirnya figur-figur baru, Mubes IKAHUT Untad diperkirakan akan menjadi momentum menarik untuk menentukan arah organisasi ke depan.
Akankah Hamlin kembali melanjutkan kepemimpinannya, atau justru Saiful Pagesa, Muh. Arief Rahman, maupun figur lain yang nantinya mendapat kepercayaan alumni?
Jawabannya akan ditentukan melalui forum Musyawarah Besar IKAHUT Untad.
Satu hal yang pasti, siapa pun ketuanya nanti, IKAHUT Untad tetap menjadi rumah bersama bagi seluruh alumni Kehutanan Universitas Tadulako.
Dari Birokrasi hingga Dunia Profesional, Tiga Tokoh Siap Warnai Mubes IKAHUT Untad
Hamlin, Saiful Pagesa, dan Muh. Arief Rahman mengemuka dalam bursa calon ketua. Dengan pengalaman dan keunggulan masing-masing, ketiganya berpotensi menghadirkan dinamika menarik dalam Mubes IKAHUT Untad, sementara peluang munculnya figur lain masih terbuka.
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.
Tulis komentar