PROLIFIK.ID - Pernahkah kamu merasa ingin menyerah saat menghadapi masalah? Atau justru kamu adalah tipe orang yang semakin tertantang ketika kesulitan datang?Ternyata, cara kita merespon kesulitan sangat ditentukan oleh pola pikir kita. Psikolog menyebutnya dengan dua istilah, Growth Mindset (Pola Pikir Bertumbuh) dan Fixed Mindset (Pola Pikir Tetap).

1. Pola Pikir Bertumbuh: Kesulitan adalah Tantangan

Orang dengan pola pikir bertumbuh percaya bahwa kemampuan dan kecerdasan bukanlah sesuatu yang paten. Semua bisa dikembangkan, bisa dilatih, bisa ditumbuhkan. Bagi mereka, kesulitan bukan untuk dihindari, tapi untuk dihadapi. Ketika gagal, mereka tidak berkata "Saya memang tidak mampu", tapi "Saya belum menemukan caranya". Bagi pemilik pola pikir ini, masalah adalah gym untuk otot mental. Memang tidak selalu mudah, tapi mereka yakin setiap tantangan yang dilewati akan membuat kompetensinya naik satu level.

2. Pola Pikir Tetap: Kesulitan adalah Ancaman

Sebaliknya, orang dengan pola pikir tetap meyakini bahwa kecerdasan itu sudah bawaan lahir. Sudah ditakdirkan. "Saya memang tidak pintar matematika," atau "Saya memang tidak berbakat bisnis". Ketika menghadapi masalah yang lebih besar dari kemampuannya, ia akan cepat menyerah. Baginya, kesulitan harus dijauhi. Tantangan harus dihindari agar tidak terlihat bodoh atau gagal. Padahal, menghindari kesulitan justru membuatnya semakin frustasi. Kenapa? Karena dalam hidup, kesulitan itu pasti akan selalu ada. Tidak ada satu orang pun yang hidup tanpa masalah. 

Lalu, Mana yang Lebih Membahagiakan? 

Jawabannya jelas. Pola Pikir Bertumbuh. Dengan merangkul kesulitan sebagai kesempatan untuk belajar, kita menjadi lebih tahan banting, lebih bahagia, dan lebih berkembang. Coba ingat kembali masa kecil kita.Waktu belajar berjalan, kita jatuh berkali-kali. Berdarah, menangis, tapi kita tidak pernah bilang, "Ah, saya memang tidak ditakdirkan untuk berjalan." Kita terus bangkit sampai bisa berlari. Begitu juga saat belajar bicara. Tidak ada bayi yang langsung lancar berpidato. Semua mulai dari gumaman, kata yang patah-patah, hingga akhirnya bisa merangkai kalimat utuh.

Sayangnya, semakin dewasa, keberanian itu sering hilang. Kita takut salah, takut dinilai, takut gagal. Padahal rumusnya sederhana: Jika kamu percaya bisa bertumbuh, kamu akan terus mencoba. Jika kamu percaya kamu sudah mentok, kamu akan berhenti di situ saja. Jadi hari ini, kamu mau pilih yang mana? Tetap diam di tempat, atau bertumbuh melewati kesulitanmu? ***

(Tulisan ini terinspirasi dari buku “Psikiologi Positif, Memupuk Kebahagiaan dan Pengembangan Diri” oleh Garvin Goe. 2024, Beberapa poin telah dikembangkan penulis dengan studi kasus dan bahasa yang disesuaikan untuk pembaca Prolifik.id.)